Berita Pilihan :
Penulis : Admin MS | Senin, 13 Mei 2013 12:18 Dibaca : 5054   Komentar : 0
Ketua KNPB, Viktor Yeimo ketika ditangkap. Foto. Ist.

Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Kepolisian Daerah Papua, Senin, (13/05/13) membubarkan paksa aksi damai rakyat Papua di Jayapura yang meminta pertanggungjawaban Kapolda, Gubernur, dan Pangdam atas kekerasan kebebasan berekspresi yang berujung tewasnya 3 warga sipil di Sorong pada 1 Mei lalu.

Koresponden www.majalahselangkah.com di Jayapura mengabarkan, pada pembubarkan paksa ini, aparat menangkap Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo, Yongky Ulimpa (23), Ely Kobak (17), dan Marten Manggaprow.

"Mereka yang ditangkap sudah dibawa ke Polda. Saya sendiri berada di gapura pintu masuk gedung Majelis Rakyat Papua (MRP) karena aksi ini rencananya mau digelar di kantor MRP. Tapi, sekitar halaman MRP saat ini dijaga ketat oleh Brimob Polda Papua. Kami hanya ada 5 laki-laki dan perempuan 2. Masa aksi sudah dibubarkan dan sudah lari,"katanya.

Kata dia, aktivitas rakyat seperti biasa tetapi di areal MRP terlihat tegang."Saat ini ada juga patroli TNI dengan peralatan perang lengkap. Para anggota MRP di kunci kamar masing-masing. Tidak ada reaksi dari mereka," kata koresponden media ini melalui telepon selulernya.

Oknun aparat merampas kamera koresponden www.majalahselangkah saat hendak mengambil gambar di depan kantor MRP. Tetapi, setelah bicara baik-baik dikembalikan. "Saya hendak mengambil gambar tetapi kamera saya diambil tetapi mereka dikembalikan," katanya.

Koresponden media ini berdasarkan informasi yang dihimpunnya mengatakan, pihak KNPB telah memberitahukan rencana aksi tanggal 13 Mei ini kepada Kapolres Kota Jayapura pada tanggal 10 Mei lalu. "Kami sudah berikan surat pemberitahuan kepada polisi sesui hukum yang berlaku pada 10 Mei lalu,"katanya menirukan keterangan KNPB.

Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut soal para aktivis yang dikabarkan ditahan di Polda. Media ini juga belum berhasil mendapatkan informasi resmi dari Polda Papua soal pembubaran aksi damai dan penangkapan para aktivis itu. (AY/GE/MS)

WAJIB BACAx
[x] close