Kantor Freeport Timika Dirusak Warga

Fri, 21-09-2012 19:40:56 Oleh MAJALAH SELANGKAH Telah Dibaca 532 kali

 

Panus Magal:   Freeport Tidak Mampu Berdayakan Karyawan Tujuh Suku dan Warga Setempat

Kantor Freeport Kuala Kencana @Ist

 

Timika, MAJALAH SELANGKAH – Hari ini, Jumat, (21/9),  kantor Freeport Indonesia, Ofice Building  I dan Ofice Building-II di Kuala Kencana Timika, Papua dirusak warga pemilik hak ulayat areal Freeport. Ketika dihubungi beberapa karyawan Freeport di Timika membenarkan adanya aksi pengrusakan ini. Pengruskan dilakukan warga  saat berlangsungnya acara doa bersama untuk Almarhum Bapak David Beanal Kanangopme (51).

David Beanal Kanangopme adalah Manager Papuan Affairs Department. Dikabarkan, saat ini pihak aparat keamanan sudah berada di Kuala Kencana untuk mengamankan situasi. Dalam surat kawat,  Freeport Indonesia intruksikan kepada semua karyawan OB 1 dan 2 Kuala Kencana untuk kembali ke kediaman masing-masing dan dihimbau untuk tetap tenang.

“Kepala Departemen agar segera mengatifkan tree-call system mengenai situasi di Kuala Kencana saat ini hingga pemberitahuan lebih lanjut. Kami mengingatkan semua karyawan dan keluarga untuk tetap waspada setiap saat dan segera laporkan bila ada kegiatan mencurigakan maupun perbuatan kriminal ke nomor Security Hotline di 543-4444 (Dataran Rendah) atau 540-4444 (Dataran Tinggi). Selain itu, segera laporkan keadaan darurat ke Command Center di 540-7777,”tulis  surat kawat Freeport kepada Komunitas PTFI / PTFI Community.

Ketika dihubungi, aktivis Hak Asasi Manusia di Timika mengatakan, penyebab aksi itu belum diketahui pasti. Maka, ia menghimbau untuk masyarakat harus jelih melihat persoalan ini, jangan sampai ada aktor tertentu yang sengaja provokasi keadaan di Timika.

Tokoh Masyarakat, Timika Thomas Wanmang membenarkan aksi pengrusakan. “Memang saya dengar warga merusak kantor dan membakar beberapa mobil di sana. Tapi, saya tidak tahu pasti akar persoalannya,” kata Thomas.

Terkait pengrusakan itu, Ketua tim Tujuh Suku Pemilik Hak Ulayat Freeport, Panus Magal menghimbau seluruh masyarakat pemilik ulayat dan karyawan 7 (tujuh) suku dan karyawan Freepor dari tujuh suku untuk melakukan aski dan mogok kerja.

“Saya menghimbau kepada tujuh warga tujuh suku dan karyawan  mulai dari Portsite sampai ke Grassberg Tembagapura untuk melakukan aksi  agar Freeport segera membuka harga diri dan jati diri tujuh suku dalam perusahaan sesuai kebijakan 1 Juli 1996 dan 1 Juli 2003 tentang pemberdayaan tujuh suku di perusahaan,” kata dia.

Dia menjelas, warga akan meminta Freeport menetapkan Departemen Pemberdayaan tujuh suku. Juga, Community Affairs dan Quality Management Sercive segera serahkan kepada masyarakat untuk menentukan hak dan nasibnya sendiri karen kedua departemen tidak mampu memperdayakan karyawan Papua dan tujuh suku.

“Apabila tidak dijawab, Mayat Alm. David Beanal Senior Manager Papuan Affairs Department tidak akan kubur tetapi akan bakar bersama kantor OB 1 dan OB 2 bahkan kami akan tutup kantor Freeport Indonesia di Timika Papua,” kata dia. (DE/023/MS)

Clip to Evernote

Berita Terkait :

Leave a Reply

www.majalahselangkah.com

Copyright © 2011. All Rights Reserved